hatu surti

Cerita ini berasal dari desa tetangga dikampung gue yang juga bertetangga dengan tetangganya tetangga gue yang punya desa yang bertetanggaan sama desa gue...
Beginilah awalnya...Surti Niastuti, dia adalah gadis desa yang hijrah kekota, sebenernya dia tidak mau berurbanisasi kekota, tapi karena bujuk rayuan orang dan karena kesulitan ekonomi menghantui keluarganya akhirnya Surti mau juga pergi kekota karena diming-imingi sebuah pekerjaan dengan gaji yang besar, dan atas dasar itu akhirnya orang tua Surti

memberikan restu kepada anaknya agar pergi kekota dengan harapan bisa merubah nasib.
Tapi setelah sampai dikota ternyata takdir berkata lain, bukan pekerjaan yang halal dengan gaji besar yang dia dapat, Setibanya dikota Surti malah dijadikan seorang PSK (Pekerja Sex Komersil) dan bukan itu saja kesialan yang didapat Surti, sebelum dijadian PSK surtipun pada awalnya berkali-kali diperkosa oleh orang yang membawanya kekota dan mereka itu adalah, Udin, Tejo dan Jono.



Malam itu segalanya berawal, Udin, Jono dan Tejo memperkosa Surti, mereka melampiaskan hawa nafsu bejatnya dengan membabi buta tapi entah apa yang terjadi, malam Jumat ini merreka lupa mengunci kamar tempat penyekapan Surti, dan surti yang mengetahui itu segera keluar kamr penyekapannya, dengan jalan yang gontai dan bercucuran air mata karena merasa malu dengan segala yang menimpa Hidunya, pada akhirnya Surti nekad mengakhiri hidupnya.

Surti berjalan keatas gedung tempat dia disekap, sampai disana diapun meloncat kebawah, terjun bebas tanpa parasut, dan pada akhirnya "CROT" dia mendarat mulus diaspal. Surtipun tewas dengan mengenaskan. Kepalanya pecah, semua tulang-tulangnya patah dan seluruh tubuhnya bersimbah darah. Sangat mengerikan melihat mayat Surti dengan keadaan yang seperti itu.

Waktupun terus berjalan. Hingga 14 hari kematian surti semua masih baik-baik saja, tapi ternyata tepat hari ke 15 semua mulai berubah, suasana tampak begitu mencekam, kelam dan hitam mulai mendatangi keseharian Udin, Jono dan Tejo.

Malam itu Udin terlihat mabuk, sepertinya dia habis pulang dari diskotik, jalannya sempoyongan, matanya merah, dan langkahya terlihat begitu berat. Begitu sampai dirumah diapun terlelap dialam bawah sadar. Tapi tepat jam 11 mlm..

Tiba-tiba bertiup angin kencang dikamar udin, seperti badai ditengah lautan, angin itu memporak-porandakan isi kamar Udin, entah dari mana angin itu datang, yang jelas angin itu bukan angin biasa. Menyadari itu akhirnya Udinpun bangun dengan keadaan panik dengan keala yang masih sedikit agak pusing.

Begitu bangun, dia langsung mengucek-ngucek matanya dan dia melihat jendela kamarnya terbuka.
"anginnya kencen banget sih, kayak badai aja, apa dari sana ya?" Udin mengguman sambil melangkahkan kakinya kearah Jendela dan berniat seg ra menutup jendela itu.

Sebelum langkahnya sampai dijendela kamarnya dan sebelum dia menutup jendela, tiba-tiba udin mendengar suara Air mendesir dari arah kamar mandinya, air itu terdengar seperti dipakai oleh orang yang sedng mandi. ‘byur byur byur’ begitulah bunyinya.

"siapa yang mandi malem-malem gini?" pikir Udin.

"Setau gue ga ada orang disini, tp kok..." Kembali dia mengguman, dan sepertinya dia melupakan arah kejendela kemudian berbalik kearah kamar mandi, tapi begitu membuka kamar mandi...

Dia melihat air diBak mandinya meluap, air keran mengucur deras, tapi tidak ada satu orangpun disana, semua masih tampak biasa saja dan tak ada yg janggal sedikitpun samapi pada akhirnya dia menyadari sesuatu. *Jeng-jeng* Ternyata air yang keluar dari kerannya itu berwarna merah seperti darah terus mengalir kebak mandi dan bau amis darahpun menyengat menyelimuti kamar mandi.

Dengan keadaan Percaya nggak percaya, udinpun mengucek-ngucek matanya, lalu melihat lagi dan air yang mengalir dari kran itu dan itu tetap berwarna merah.

"kok merah? Apa ini darah?" Pikir udin, sambil mengambil gayung lalu menciduk air itu menggunakan gayung.

“Apa? ini bener-bener darah!” setelah mengetahui dengan jelas bahwa itu darah Udinpun mundur tiga langkah, wajahnya pucat pasi melihatnya, udin sepertinya langsung sadar dari keadaan mabuknya setelah melihat darah itu, lalu begitu dia menghadap cermin, tiba-tiba... *Jengjeng*
Dia melihat sesosok Hantu dari dalam Cermin, wajah hantu itu begitu menyeramkan, tapi hantu itu tersenyum kearah Udin.

“eh kancut eh sempak” udin latah, lau udin lari terbirit-birit keluar dari kamar mandi tanpa memperdulikan apa-apa & dalam keadaan takut yang amat sangat Udinpun seperti terhipnotis, dalam pandanganya dia melihat pintu terbuka, lalu diapun berlai kearah pintu itu tapi begitu berhasil keluar dari pintu itu.

"Aaaaaaaaaaaa" “Brak” ternyata arah yg dituju udin itu adalah jendelayang terbuka tadi, dan tanpa disadari udinpun ternyata tidak keluar dari pintu itu, melainkan meloncat dari jendela yang terbuka itu. dan yang mengangetkan adalah kamarnya itu terletak dilantai 5 disebuah rumah susun & dibawahnya adalah jalan raya, begitu dia jatuh dari jendela, tiba-tiba sebuah truk menabrak & melindas udin tanpa ampun. Dan pada akhirnya Diapun tewas.

Jono & tejo mulai gelisah akibat kematian udin yg mengenaskan itu. awalnya mereka biasa saja, sampai akhirnya mereka gelisah dan takut karena sesuatu hal, yaitu sebuah coretan ditembok kamar udin yg bertulis.

*Aku Akan balas Dendam pada kalian*

dan tulisan itu ditulis menggunakan Darah.

Dengan keadaan gelisah resah dan basah jono & tejo memutuskan pergi keorang pintar, tapi buka dosen atau orang terpelajar lainnya yah yang dimaksud dengan orang Pintar itu tidak lain dan tidak bukan adalah Dukun.

Sampai ditempat dukun, mereka menceritakan kejadian yang menimpa udin, lalu dukun itu menganalisa, menela’ah dan menimbang lalu dia berkesimpulan bahwa itu adalh hantu Surti yang ingin menuntut balas pada mereka bertiga.

“Sepertinya Dia ingin membalas dendam pada kalian” ujar dukun itu pada Jono dan tejo.

“nama hantu ini Surti? Apa kalian tau siapa dia?” kembali dukun itu berbicara pada mereka
“Surti? Serius mbah dia hantu surti?” bicara Jono.

“iya, memangnya ada apa dengan dia?” ucap dukun itu.

Akhirnya Mereka menceritakan semuanya tentang surti, tapi dasar Jono dan Tejo orang bejat, mereka menceritakan yang tidak sebenarnya kepada dukun itu yang dukun tau hanyalah bagian Surti tewas karena bunuh diri.

"jadi dia mati gara-gara bunuh diri? Dan dia menghantui kalian karena kalian pernah menolak cintanya? Baiklah kalo begitu ceritanya kita lawan hantu Surti" dukun itu berucap kepada mereka.

Sesaat semua hening, dukun itu mulai menyiapkan sesaji, lalu dukun itupun komat-kamit membaca mantra untuk memanggil arwah surti.

Setelah beberapa lama, hantu itupun datang, kedatangannya diiringi oleh angin yang bertiup kencang lalu kemudian *eng ing eng* surti menampakan dirinya didepan dukun, tejo, dan jono.
Surti datang dan menampakan diri dengan wajah yang mengerikan, kepalanya terbelah dan bersimbah darah, matanya memancarkan hawa dendam dan melihat itu jono & tejo takut bukan kepalang dan bersembunyi dibelakang dukun itu.

“Tenang, ada saya" kata dukun itu.

“tapi mbah saya takut” ujar Jono.

“jangan takut kita lawan saja hantu itu” kembali dukun itu bicara dgn meyakinkan.

Lalu dukun itu komat-kamit membaca mantra... Lalu dukun itu mengambil air putih & meminumnya dan setelah itu "proooot" dia menyemburkan air itu kewajah Surti, dan hantu Surti yag terkena semburan itupun teriak kesakitan.... “Aaaaaaa”

Tapi Hantu Surti itupun bukan tanpa perlawanan "cuih" dia meludahi wajah dukun itu, tapi itu tak berpengaruh pada dukun itu, dukun itu masih terlihat biasa saja karena eh karena dukun itu ternyata memang sakti

Disemburkan kembali air kewajah hantu itu untuk kedua kalinya & sekali lagi hantu itu teriak kesakitan, dan mungkin karena tau dukun itu ternyata sangat sakti akhirnya Hantu itupun menyerah kalah, lalu bilang…
"ampun mbah,,, saya mengaku kalah"

“Ok lah kalo beg, beg, begitu, saya akan berhenti menyemburkan air ini, tapi katakan pada saya kenapa kamu ingin membalas dendam kepada mereka?" dukun itu berbicara kepada hantu itu.

“Karna mereka telah menipu saya, dan bukan itu saja, mereka juga telah menodai dan merampas kehormatan saya, akibatnya saya malu & bunuh diri karena tak kuat menanggung rasa malu itu, tapi sebenarnya saya tak mau balas dendam" jawab hantu itu.

Dan akhirnya kebenaran sedikit demi sedikit mulai terkuak karena penjelasan hantu itu, dan pada akhirnya kebejatan Udin, Tejo dan Jono mulai diketahui dukun itu.

"Lalu apa yg membuat kamu bersemangat untuk membalas dendam kepada mereka, bukankah pada awalnya kamu tidak ingin membalas dendam?" Kembali dukun itu berbicara.
Lalu hantu Surti pun menjawa...

"pertama saya mati, saya adalah Hantu pendiam, tp setelah keKlinik Tongfeng akhirnya saya menjadi hantu Pendendam… Terimakasih Tongfeng"